Cermin Anak, Cermin Orangtua Rabu, Nov 22 2006 

Pernah diberitakan oleh media massa cetak telah terjadi penangkapan seorang bapak yang menjual anaknya sendiri. Meski kemudian, sebagaimana diberitakan, diketahui motif bapak itu menjual anaknya sendiri, yakni karena derita kemiskinan, pemberitaan itu sendiri telah memanjangkan deretan permasalahan sekitar dunia anak.

Ya, anak adalah amanah – mengikuti bahasa agama. Lebih dari itu, anak adalah qurrata a`yuun, penyedap mata, dan tentunya penenteram jiwa buat kedua orangtuanya.

Menjaganya, tentu kewajiban orangtua.

Ada dua amanah wajib yang telah dilansir dalam hadits Nabi saw mengenai amanah anak. Pertama ialah, memberikannya nama yang baik. Dan yang kedua, memberikannya pendidikan terbaik. Mengapa memberikan nama yang baik? Sebab, dalam Islam, nama seorang anak tak lain doa dari kedua orangtuanya. Didalamnya, terkandung cita, cipta dan cinta orangtua terhadap anak. Mereka berharap, keturunan inilah yang akan melanjutkan cita-cita dua insan yang membangun mahligai keluarga.

(lagi…)

Perhatikanlah Anak-Anakmu Rabu, Nov 22 2006 

keluarga.jpg“Jikalau Anda tidak mengatakan kebenaran tentang diri sendiri, Anda tidak dapat mengatakan kebenaran tentang orang lain” (Virgina Woolf). Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, ‘Assalamualaikum, hai anak-anak’.”

Sementara itu, pada suatu hari, seorang pegawai Umar bin Khatab ra menemui khalifah tersebut. Ia kaget mendapati sang khalifah sedang berbaring, sementara beberapa anak kecil sedang asik bermain-main di sekitarnya. Orang tadi memperlihatkan rasa keheranan melihat hal itu.

(lagi…)

Gerakan Anti Korupsi Minggu, Nov 12 2006 

PROFILE GERAKAN ANTI KORUPSI (GAK) BERBASIS PESANTREN (Revitalisasi Bahtsul Masa’il untuk Kontrol Kebijakan Publik)

I. PENGANTAR

Program Gerakan Anti Korupsi Berbasis Pesantren lahir dari keprihatinan atas semakin maraknya korupsi sebagai problem bangsa yang akut dan serius. Jika tidak bisa dikatakan bahwa agama (baca Islam) yang dianut telah ikut melegitimasikan tindak korupsi, sekurang-kurangnya tidak bisa mengelak dari tuduhan gagal menumbuhkan kepekaan moral (moral sensitivity) dalam peta kesadaran umatnya terhadap kejahatan itu. Meski tampak korupsi sarat dengan nuansa moral—jika dikaitkan dengan agama (wan), akan tetapi langkah-langkah effektif untuk melawannya harus melampaui upaya yang melihatnya semata-mata isyu moral. Hanya dengan melihatnya sebagai persoalan sosial-budaya, politik dan hukum, maka kita boleh merancang suatu ikhtiar bersama mulai dari penumbuhan pemahaman kesadaran tentang hakikat korupsi, sebab-musababnya, sampai dengan aksi sosial, politik dan hukum untuk mengatasinya. Harus ada kesadaran etik yang merata di kalangan masyarakat dan sekaligus politik yang kuat di kalangan para pengambil keputusan untuk menyatakan perang melawan penyakit yang secara pasti akan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini. Sebagai isyu moral, para ulama/kyai selaku pemimpin agama untuk kelompok mayoritas (Islam) memikul tanggung jawab paling utama melebihi pemimpin agama lain. Dalam konteks inilah “gerakan” pemberantasan korupsi dari kalangan para ulama/kyai dilakukan.

(lagi…)

IBU SEBAGAI PENDAKWAH Minggu, Nov 12 2006 

iburiva.jpgSalah satu agenda utama dakwah ialah membina generasi baru berkeperibadian Muslim yang mantap dan sempurna. Tugas ini akan lebih berkesan sekiranya ia didokong sepenuhnya oleh ibu-ibu orang yang paling dekat dan rapat dengan generasi baru ini. Untuk itu, langkah-langkah perlu diusahakan bagi membimbing dan melatih ibu-ibu sebagai pendakwah. Bimbingan dakwah kepada golongan ibu harus meliputi beberapa perkara asas berikut, antaranya ialah pemupukan kesedaran dan kefahaman terhadap misi serta ruang lingkup dan cabaran dakwah dalam konteks masa kini.

Antara misi dakwah penting yang harus dijayakan oleh ibu-ibu ialah membangunkan generasi baru Muslim yang mantap yang diukur dari sudut nilai akhlak, kecerdasan minda, kestabilan emosi, kecergasan jasmani dan ketaatan kepada rukun dan perintah agama. Ibarat pepatah `melentur buluh biar dari rebungnya’, ibu-ibu merupakan pelentur yang paling berkesan terhadap anak-anak mereka yang berpanjangan berada dalam dakapan mereka. Ini sejajar dengan sabda Nabi Muhamad menegaskan bahawa anak-anak adalah ibarat kain putih yang suci dan bersih dan terserah kepada ibu bapa mereka untuk mencorakkan bentuk keperibadian mereka di masa depan.
(lagi…)

ISLAM MENDORONG KEMAJUAN Minggu, Nov 12 2006 

Disiarkan di Berita Harian, 5 Mei 2006Antara sifat utama agama Islam ialah dorongannya kepada pencapaian kemajuan manusia dalam segenap kehidupan di dunia ini. Memandangkan kemajuan merupakan suatu tuntutan semulajadi atau fitrah setiap diri manusia, kedatangan Islam adalah pelengkap kepada proses penyempurnaan tuntutan fitrah tersebut.

Apabila agama Islam mula dikembangkan di Tanah Arab, mesej utama seruannya ialah bagi mengajak masyarakat menuju kemajuan hidup. Islam menganjurkan masyarakat Arab menolak cara hidup yang telah membawa masyarakatnya kepada kemunduran. Era `kegelapan’ yang menjadi ciri utama masyarakat Arab pada waktu itu, perlu diperbaharui dengan cara hidup baru yang akan membawa kepada kemajuan. Dalam erti kata lain, agenda kemajuan merupakan tema utama seruan agama Islam kepada masyarakat Arab.

(lagi…)