ALFAMART-Bagi2 Permen..? Sabtu, Jun 16 2007 

alfamart permenKejadian ini saya alami minggu kemarin, habis jalan-jalan sekalian mampir di minimarket ALFAMART- TRIJAYA-WARUNGKONDANG-2. Dan nyoba minimarket baru.

Bukan itu yang mau saya ceritakan. Nah saat saya membayar makanan. Yang harus saya bayar adalah sebesar 44.700 rupiah. Dan saya menyerahkan uang 50.000 rupiah. Berarti saya mendapat kembalian 5.300 rupiah dong. Mbak kasir nya sempet tanya saya, apakah punya uang 300 rupiah, saya bilang tidak punya. Dan tiba-tiba tanpa minta maaf dan menyerahkan permen 2 buah sebagai pengganti 300 rupiah tadi. Saya cuma bisa bengong dan dongkol!

Tadinya saya mau protes langsung, cuma setelah saya pikir-pikir lagi, gak usahlah mungkin itu salah satu keuntungan ALFAMART sekalian menjual permennya kepada konsumen.

Atau lebih baik kita juga siap permen setiap kali kita belanja, jadi waktu ada harga misalkan 75, kita bisa keluarkan uang 50 kita + permen? Coba gimana reaksi penjaga kasir itu? Tapi seharusnya mereka bisa terima, karena mereka juga suka kasih permen untuk kembalian kita. Atau mungkin kita nanti kalau mau beli ke Minimarket bawa Jagung sama singkong buat di tukar sama beras, gula dan kopi…. Gimana hayo..?

Padahal, kalau dilihat dari pelaku diatas, mereka adalah perusahaan besar yang tentu saja sangat mudah untuk menukarkan sejumlah uangnya di Bank (setahu saya di Bank Indonesia menerima penukaran uang) dalam pecahan yang lebih kecil.

Apakah kejadian ini dibenarkan atau tidak.. anda yang menilai, terus gimana sistem kerja dan Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1999, Tanggal 20 April 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan juga BPKN selaku Badan Perlindungan Konumen Nasional?. Padahal kita dalam hal ini adalah selaku konsumen..

Pendaftaran Al-Istiqomah – Sukabumi Jumat, Jun 15 2007 

PONDOK PESANTREN TERPADU AL-ISTIQOMAH
KHITTAH :
KEDALAMAN SPIRITUAL
KETAJAMAN NALAR
MENTAL KE-SWADAYA-AN
PEKA TERHADAP PROBLEMATIKA SOSIAL

Bismillahi al-rahman al-rahim

Mukodimah

Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dari religiusitas seorang muslim. Karena pendidikan merupakan rangkaian Dari proses pembentukan karakter (Character Building), pembentukan sistematika berfikir (Takwinul-al-fikri), dan pembangunan mental (mentality building) yang berorentasi kepada terciptanya harmoni dan sinergi dalam perkembangan seluruh aspek-aspek keperibadian manusia, dalam persfektif
Islam, pendidikan merupak proses pembentukan keperibadian melalui internalisasi sifat-sifat keilahian kedalam ranah ke-diri-an manusia, sebagaimana tersirat dalam istilah pendidikan itu sendiri yaitu; “tarbiyah” yang memiliki kedekatan maknawi dengan kata rabb dan Rububiyah. Maka, pendidikan harus senantiasa diarahkan kepada
terciptanya sikap kepasrahan total kepada Allah SWT sebagai muara akhir pengabdian manusia.

Upaya membentuk keperibadian dan karekter manusia agar selaras dengan cita Illahi tersebut, sungguh merupakan tantangan dan tanggung jawab moral yang sangat besar. Seluruh daya, pikiran dan kapasitas  manusia yang Allah berikan harus dicurahkan sepenuhnya, karena tugas ini sesungguhnya merupakan wilayah kereasi manuaia yang mensyaratkan adanya intervensi peran Illahi. Betapa tidak, hatta kepada Rasulullah sekalipun Allah tidak pernah memberikan otoritas penuh dalam tugas mendidik memanusiakan manusia.

Menilik makna pentingnya sebuah pendidikan, pondok pesantren terpadu al-Istiqomah dengan tetap memohon petunjuk dan bimbingan Yang Maha Kuasa, bismillah dan insya Allah telah menyiapkan diri untuk turut serta mengambil peran tersebut guna membina dan menggembleng anak didik, dengan harapan semoga tercipta generasi masa depan, yang siap menorehkan tinta emas kejayaan ummat demi terukirnya kembali `mozaik’
keelokan sejarah dan peradaban Islam.
(lagi…)

SEJARAH CIANJUR Kamis, Jun 14 2007 

logo-cianjur.jpgSejarah Kabupaten Cianjur sangat sedikit diketahui, akan tetapi menurut cerita-cerita dari orang tua, daerah Kabupaten Cianjur dahulunya adalah termasuk kedalam wilayah Kerajaan Pajajaran.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kepercayaan masyarakat Cianjur yang sama dengan masyarakat pada jaman kerajaan pajajaran yang banyak mengenal kebudayaan hindu.

Asal usul Kabupaten Cianjur diketahui setelah masuk pengaruh Islam ke Cianjur dari Kesultanan Banten kira-kira abad XV.
Bupati pertama Cianjur bernama Wiratanu I yang memerintah kira-kira abad XVII berpusat di Cikidul-Cikalong Kulon 20km sebelah utara Kabupaten Cianjur sekarang. Kemudian dipindahkan oleh Bupati Wiratanu II ke tepi sungai dan jalan raya yang telah dibuat oleh Daendels antara Anyer – Panarukan yaitu Kota Cianjur sekarang.

Kota Cianjur menjadi Kota Keresidenan Priangan pada masa Raden Kusumah Diningrat dengan wilayah meliputi Pelabuhan Ratu sebelah barat, Sungai Citanduy dengan barisan Gunung Halimun, Mega Mendung, Tangkuban Perahu sebelah timur, dan Samudra Indonesia sebelah selatan.
Kemudian pada masa Bupati R.A.A Prawiradiredja wilayah Cianjur mengalami perubahan menjadi Cikole sebelah barat, Sukabumi sekarang, Bandung dan Tasikmalaya dengan Ibukota Keresidenan dipindahkan ke Bandung.
(lagi…)

Guru Dituntut Kreatif dalam Berkomunikasi Selasa, Jun 12 2007 

gurusekolah.jpgDosen Pasca Sarjana Manajemen FE UI Dr M Gunawan Alif

Pelatihan guru itu sangat perlu dan seharusnya dilakukan. Guru harus men-charge diri sehingga pengetahuannya selalu terkini. Ya… pengetahuan guru seperti cara bergaul, memahami perubahan budaya anak-anak hingga terus berkembangnya dunia iptek yang ada.

Dari pengalaman pribadi, guru banyak membentuk saya. Contohnya, saya memahami bahasa Inggris karena salah satu guru bahasa Inggris di SMP (Lintau Batu Sangkar) selalu mendorong saya untuk belajar bahasa dengan cara membaca. Bila kita mempunyai banyak guru seperti itu alangkah bahagianya para murid.
(lagi…)

Beras Cianjur Sabtu, Jun 9 2007 

MEMBANJIRNYA beras impor akhir-akhir ini ternyata tidak melunturkan pamor beras cianjur yang sedang merajai pasar. Banyak konsumen yang menguber beras tersebut di antara puluhan nama beras. Beras cianjur masih memiliki keunggulan yang tidak bisa disamai oleh beras dari daerah lain. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, cianjur identik dengan nama ”pandan wangi”. Trademark yang kondang sejak tahun 1973 ini membawa cianjur semakin harum namanya di pasaran beras lokal, nasional, maupun internasional.

Padi pandan wangi termasuk varietas Javanica dengan ciri bulat, berbulu, dan tahan rontok. Usia tanamnya 150-160 hari dengan tinggi 150 sentimeter. Padi pandan wangi sebagian besar dihasilkan di Kecamatan Warungkondang dan sedikit di Kecamatan Cugenang dan Cibeber. Upaya pengembangan padi pandan wangi beberapa kali dilakukan di luar kecamatan tersebut. Hasilnya masih mengecewakan. Aroma wangi pandan tidak muncul dan rasanya tidak sebagus beras pandan wangi produksi Kecamatan Warung-kondang yang dikenal nasinya pulen, enak, dan wangi.
(lagi…)

Pembangunan Cianjur Minggu, Jun 3 2007 

SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN CIANJUR
SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN ( SPP ) CIANJUR. I . Profil Institusi SPP. II. Prasarana dan Sarana Pendidikan. A. Prasarana Pendidikan. 1. Tanah dan Bangunan …
- 7k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Tempointeraktif.com – Pembangunan Jalan Cianjur Selatan Gagal
TEMPO Interaktif, Cianjur:Pembangunan ruas jalan di sejumlah daerah di wilayah selatan Kabupaten Cianjur diprotes warga setempat lantaran dinilai gagal. …

(lagi…)

Melanjutkan Sejarah Ayam Pelung dan Maen Po Selasa, Mei 29 2007 

ayam-pelung-riva.jpgRiva Cianjur - SIANG itu, sesosok laki-laki tampak terkantuk-kantuk di atas kursi malas. Di hadapannya, berjajar ratusan kurung ayam pelung (gallus domesticus var pellung). Namun, telinga laki-laki berusia 52 tahun yang memiliki nama lengkap Memet Mohammad Thohir Abdurrahman, hanya terpusat pada suara ayam pelung bernama Kinanti.

”Kalau saya tidak menjadi juri, Kinanti selalu ikut kontes dan juara,” tutur Ketua Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Jawa Barat ini saat ditemui di rumahnya, Jln. Oto Iskandardinata, Cianjur, beberapa waktu lalu.

Menurut Kang Memet, demikian ayah 4 anak ini biasa disapa, selain dari sisi ekonomi sangat menguntungkan, alasan ia memelihara ayam pelung lantaran cinta. ”Juga hitung-hitung menyelamatkan sejarah karena ayam pelung merupakan satu-satunya hewan ciri khas dari Cianjur,” ujarnya.
(lagi…)

Atasi Kemacetan Cianjur! Minggu, Mei 27 2007 

KEMACETAN tampaknya masih menjadi persoalan pelik yang kerap mewarnai sejumlah kota-kota besar maupun kota-kota kecil. Tak jarang, sebagian pengendara kendaraan memilih jalan-jalan tikus sebagai jalur alternatif menuju tempat tujuannya. Termasuk di Kab. Cianjur, kemacetan mulai menjadi permasalahan yang setiap harinya kerap mewarnai beberapa ruas jalan, terutama jalur utama di dalam kota.

Masih tersentralisasinya beberapa pusat kegiatan atau central business district (CBD) di jantung kota Cianjur, disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemacetan. Seperti diakui Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kab. Cianjur, H. Kusnadi Sundjaya, salah satu faktor penyebab kemacetan yang kerap mewarnai sejumlah ruas jalan di pusat kota Cianjur adalah masalah konsentrasi aktivitas di pusat perkotaan.
(lagi…)

Tahun Ajaran Baru BikinOrang Tua Murid Stres Sabtu, Mei 26 2007 

tahun-ajaran.jpgDi berbagai toko emas dan pegadaian banyak orang tua yang menjual perhiasan kesayangannya atau menggadaikan benda-benda berharga untuk mendapatkan uang. Untuk apa? Tentu saja untuk kebutuhan putra-putrinya guna melanjutkan sekolah. Ada yang masuk SD, masuk SMP, SMU, dan perguruan tinggi. Semuanya butuh dana besar.

Meskipun pemerintah sudah menegaskan tidak ada kutipan apa pun juga dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2007/2008, namun pernyataan tersebut tidak banyak yang meyakini kebenarannya. Kalaupun benar, paling hanya pada proses seleksi menggunakan nilai murni yang terdapat dalam NEM. NEM tertinggi diterima sampai batas kuota murid, misalnya 200 orang yang diterima sesuai kelas/bangku kosong. Murid ke-201 berarti tidak diterima.
(lagi…)

Forum Pemda Cianjur Sabtu, Mei 26 2007 

Perkembangan teknologi dan informasi semakin hari semakin berkembang khususnya di kabupaten cianjur. Ini dapat di lihat dengan semakin maraknya warung-warung internet “WARNET” di cianjur. Hampir di setiap sudut kota bahkan di dalam gang-gang kecil sudah ada layanan internet.

Perkembangan dunia usah dan bisnis pun sudah mulai mengeliat di kabupaten cianjur. Untuk lebih detail disini

Guna memenuhi kebutuhan layanan informasi yang cepat dan akurat pemerintah kabupaten cianjur sudah membangun pusat informasi kepada masyarakat dengan terbangunnya website kabupaten cianjur.

forumcianjur.jpg

Informasi yang ada di dalamnya sangatlah lengkap. Tetapi ada susuatu yang hilang disini, FORUM DISKUSI. Sejak beberapa bulan yang lalu dalam pengamatan saya ajang diskusi di kabupaten cianjur hilang dari peredaran. Padahal fungsi dari pada forum diskusi ini sangatlah luas, sebagai ajang tukar informasi yang menjembatani aspirasi komunitas warga cianjur.

Kotak dengan sang admin sudah kami lakukan beberapa kali tetapi hasilnya tetap nihil. Tidak aja jawaban atau komentar. “NO COMMENT”

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »